Cool Blue Outer Glow Pointer
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014

Contoh Kata Pengantar


KATA PENGANTAR
            Puji syukur senantiasa penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Dengan segala rahmat petunjuk dan karunia-Nya, akhirnya saya dapat membuat dan menyelesaikan laporan ini. Laporan ini merupakan tugas dari sekolah yang membahas tentang manfaat Museum Biologi belum menaruh perhatian bagi masyarakat.
            Dalam penulisan laporan ini saya menyampaikan ucapan terimakasih karena tanpa bantuannya mungkin laporan tak akan seperti ini. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada:
  1. bapak Drs. H Endang M.Pd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Ciamis sebagai penanggung jawab.
  2. bapak Drs. Wawa Rochmantiek, selaku guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Ciamis yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis.
  3. ayah dan ibu tercinta yang telah mencurahkan perhatian dan dukungannya baik secara materil maupun non materil.
  4. dan teman rekan serta pihak lain yang membantu dalam penulisan laporan studi lapangan.
            Dalam penulisan laporan ini saya mohon maaf karena banyak kekurangan baik dalam teknis penulisan maupun dari segi materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan.
            Semoga laporan yang dibuat oleh saya bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya bagi pembaca.

                                                                             Ciamis, 23 Januari 2014
                                                                        Penulis, Nur Fatimah



Sabtu, 12 Oktober 2013

Contoh Pidato

Karya: Nur Fatimah

      Pidato menurut KBBI adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Menurut wikepedia, Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi, dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato adalah salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.

          Disini saya mempunyai contoh pidato, yuk kita pahami dan baca agar kita mengerti mengenai pidato. oh iya sebelum membuat pidato, alangkah baiknya kita susun dahulu untuk membuat kerangka nya. karena apa? dengan kerangka makan isi yang akan di sampaikan agan runtun tersusun rapi urutan nya. 



Pembukaan Pidato
1.    Tema              : Berpakaian yang baik itu luar biasa
2.    Tujuan           : 2.1 Menjadi tahu apa pengaruh pakaian
  2.2 Menjadi tahu manfaat dari pakaian
3.    Kerangka       :
3.1 Pendahuluan
3.1.1     Sapaan kepada pendengar
3.1.2     Ucapan salam pembuka
3.1.3     Ucapan syukur
3.1.3.1      Kepada Allah SWT
3.1.3.2      Kepada Nabi Muhammad SAW
3.1.3.3      Kepada keluarganya, sahabanya
3.1.3.4      Kepada kita selaku umatnya
3.1.4     Ucapan terimakasih
3.1.4.1Kepada guru mata pelajaran
3.1.4.2Kepada rekan-rekan
3.1.5     Menyebutkan tema
3.1.6     Mengucapkan tujuan
3.1.6.1Agar menjadi tahu apa itu pengaruh dan fungsi pakaian
3.2 Isi
3.2.1     Pengaruh pakaian
3.2.2     Mengaplikasikan pada keseharian
3.2.3     Fungsi pakaian
3.3 Penutup
3.3.1     Kesimpulan
3.3.2     Ajakan dan harapan
3.3.3     Terimakasih dan permohonan maaf
3.3.4     salam penutup


HIKMAH BERPAKAIAN

Assalamualaikum Wr Wb
            Alhamdulillahi robbil alamin. Wabihi nastainu ala umuriddunya waddin. Waala alihi wa sohbihi ajmain. Amma Ba’du
Bapak guru yang saya hormati, dan teman-teman seperjuangan yang saya bangga kan.
            Mari kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan karunianya kita dapat berkumpul dalam kesempatan ini. Tidak lupa solawat serta salam kita curah limpahkan kepada nabi kita, yaitu habibana wanabiana Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, tabi'in-tabiat nya dan kita semua mudah-mudahan di yaumil akhir kita mendapat syafaat dari Nya. Amin
            sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada bapak guru dan rekan-rekan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir di tempat ini. Pada kesempatan ini saya akan membawakan tema tentang berpakaian yang baik itu luar biasa. Saya membawakan tema ini tentunya karena mempunyai tujuan, yaitu: menjadi tahu apa itu pengaruh dan manfaat dari pakaian.
Hadirin yang berbahagia
            Berpakaian ini hal yang sudah tidak aneh bukan? Semua orang pasti mengenal pakaian. Tapi tahukah! Betapa berpengaruhnya pakaian untuk kita. Saya akan mulai dari pengertian pakaian, ada yang tahu tidak apa itu pakaian? Pakaian merupakan penutup tubuh untuk memberikan perlindungan dari sinar matahari, perlindungan bahaya dari asusila, terpaan hujan, sebagai identitas seseorang, sebagai harga diri, dan sebuah kebutuhan untuk mengungkapkan rasa malu. Lihat dari pengertian nya saja kita sudah tahu bahwa pakaian sangat berpengaruh.
            Tapi anehnya, sekarang banyak kaum muslim berlomba-lomba untuk memakai pakaian yang dikatakan modis. Padahal pakaian tersebut itu (maaf ya sebelumnya) PSK, WTS untuk memikat pelanggaran dan seiring berkembangnya waktu, pakaian menjadi memikat pada lawan jenis. Jadi tidak salah bila sekarang banyak terjadi kasus asusila seperti yang kamu ketahui banyak terjadi di negeri kita ini. Hal ini dijelaskan dalam Al-qur’an surat Al a’raf: 26 dan Al ahzab: 59. Jadi untuk seorang perempuan itu akan lebih dihargai oleh kaum laki-laki jika menutup auratnya. Dengan menutup aurat jadi menghindarkan kaum wanita dari pandangan nakal kaum laki-laki.
            Adapun fungsinya pakaian yaitu menghindarkan dari dosa, fitnah, mencegah timbulnya nafsu dari lawan jenis atau sesama jenis, melindungi kulit dari sinar matahari, melindungi dari kejahatan, bisa menutup aib pada dirinya dan sebagai identitas.
            Dari uraian tadi maka kesimpulan nya yaitu pakaian sangat bermanfaat untuk kita dari bahaya pengaruh pakaian yang tidak sesuai. Karena banyak sekali pengaruh dari pakaian. Untuk itu mari kita berpakaian yang baik. Semoga apa yang disampaikan saya tadi bermanfaat. Itu saja kiranya yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Terimakasih atas perhatian nya dan mohon maaf bila dalam penyampaian nya banyak kekurangan dan kesalahan.
Wabillahi taufik walhidayah. Wassalamualaikum Wr Wb


Sabtu, 21 September 2013

Drama 8 Orang


Judul Drama:                       Pertengkaran Divan dan Tio

Sutradara: Joviansyah
Penulis Naskah: Nur Fatimah
Penata Busana: Resti Vani Noor A
Penata Rias: Nuraini Pebriani
Penata Dekorati: Deni Pratama
Properti / Peralatan: Lia Yulianti
Para Pemain:    Peri Paujiansyah sebagai  Divan
                        Sandi Susandi    sebagai  Riyan
                        Joviansyah        sebagai  Tio
                        Nur Fatimah      sebagai  Rike
                        Resti Vani N A  sebagai  Sinta
                        Lia Yulianti        sebagai  Nabila
                        Nuraini Pebriani sebagai  Bi Surti
                        Deni Pratama    sebagai  Prolog


            (Ketika sedang istirahan, berkumpulah Divan, Rian dan Tio diruangan dekat kantin sambil bermain gitar dan juga mereka sedang membahas tugas bahasa Indonesia yang diberikan oleh bu Farika. Datanglah Sinta dan Nabila untuk bergabung dengan mereka.)
Sinta,Nabila: hey temen temen… boleh gabung gak?
Tio        : ya boleh boleh
Nabila   : (bicara kepada Sinta) Ehk Sin aku ke kantin dulu yah…
Sinta     : yah (kepada Nabila)
Sinta     : wah kamu hebat yan, lagi lagi kamu dapat nilai 9. (kepada Riyan)
Riyan    : ah biasa saja, ini juga berkat belajar bersama kalian.
Tio        : tapi… aneh yah? Nilai Divan kok kurang bagus yah? (meledek)
Divan    :maksudnya?
(tiba tiba datang Rike sambil membawa bekal mendekati mereka)
Rike     : hey… lagi ngapain?
Tio        : lagi kumpul kumpul aja.
Rike     : oh.. ehk pada mau gak?
Sinta     : apa Rik?
Rike     : bekal nasi dengan ayam goreng
Riyan    : ayam goreng?  Mau mau mau…
(Tio, Rike, Sinta dan Rian tertawa, tapi Divan tidak)
Sinta     : ah kamu bisa aja Yan, ngikutin tingkah laku yang ada ditelevisi. Hahaha……..
Tio        : ya.. Ya.. Ya… (Sinta tiba tiba pergi ke kantin dan Tio bertanya pada Divan) Van kamu waktu        ulangan kemarin dapat 5 kan? Huh payah
Riyan    : ya mungkin Divan kurang berkonsentrasi saat ulangan itu.
Tio        : halah paling dia tidak pernah belajar, mangkanya Van jangan kebanyakan nonton doraemon..        hahaha!!! Jadi mirip nobita deh
(Divan terdiam, wajahnya terlilhat muram dan kesal)
Sinta     : Bi beli air minunya Satu
Bi Surti : Ya neng.
Sinta     : hey temen temen mau minumanya gak?
Rike     : iya aku mau Satu ya
Sinta     : ehk bi satu lagi. Jadi berapa bi?
Bi Surti : Saribu
(Sinta memberikan uangnya dan kembali bergabung dengan teman teman)
Tio        : hey temen temen, Divan itu kebanykan nonton doraemon jadi nilainya kecil. Hahah
Riyan    : hus jangan gitu, gak baik
Divan    : (Divan kesal dan angkat bicara) Aku hanya kurang berkonsentrasi saja teman. (berusaha untuk    merendam emosi)
Sinta     : memangnya ada masalah apa Van?
Rike     : iya Van!
Riyan    : bicara saja Van, bukanya kita harus saling terbuka?
Divan    : aku.. aku.. baru saja ditolak oleh Erni. Tepatnya seminggu yang lalu
(Tiba tiba tawa Tio mendadak tertawa. Dia terlihat merasa puas dengan apa yang dialami Divan. Otomatis Divan pun merasa tersinggung. Mendadak Divan kehilangan kendali atas emosinyadia segera menyerang Tio, dia mendorong hingga jatuh ke lantai. Rian dan Rike berusaha memisahkanya. Sinta kelihatan histeris)
Riyan    : Hey… udah… udah…
Rike     : iya… udah
Divan    : (sambil memegang kerah Tio) kamu ini maunya apa? Sejak tadi terus menyudutkan aku. Aku punya salah apa? Hah? Rasakan nih.(Divan memukul Tio)
(Tio membalasnya. Mereka pun saling pukul. Datanglah Bi Surti dan Nabila dari katin untul memisahkan mereka)
Nabili    : Hey ada apa ini?  hey sudah…
Bi Surti : Iya.. Udah
Tio        : kamu payah Van!!! Payah!!
(Tiba tiba Riyan mengguyurkan air minum yangdipegang Sinta, dan mereka berhenti berkelahi)
Riyan    : kalian ini apa apaan? Memengnya lucu? Menghibur? Hah?
(beberapa saat mereka terdiam semua)
Tio        : oh maaf. Memang aku yang salah tapi asal kalian tahu aku bicara juga demi Divan
(Sinta mengompres lebam di pipih Diva. Divan sedikit meningis menahan sakit di wajahnya)
Tio        : (Kepada Divan) van kamu benar benar payah. Sebetulnya aku sudah tahu kalau kamu baru          ditolak Erni. Aku tahu kalau ini penyebab anjloknya nilai nilai kamu akhir akhir ini. Tapi apa antas     apabila seorang Divan menjadi drop gara gara ditolak Erni? Hah? Si Erni mungkin biasa biasa    saja, have fun bersama pacar barunya. Tapi kamu? Kamu jadi seperti ini? Kamu laki laki bukan?    Hah lembek!
Semuanya: Tiiiiiiiiiiioooooooooooo!!!! (sambil menyentak)
Tio        : maaf maaf sebetulny aku tidak bermaksud. Aku peduli sama kamu Van . aku sahabat kamu.        Seharusnya,
(tiba tiba Divan memotong pembicaraan)
Divan    : ya.. ya.. ya.. aku tahu. (tersenyum hangat)
            Terima kasih ya kamu sudah menyadarkan aku. Aku seharusnya tidak mengorbankan prestasiku    hanya hal sepele itu. Sekali lagi terima kasih ya temen temenku .
Nabila   : nah begitu dong.. ayo salaman
Rike     : iya dong.. hehe
(mereka bersalaman)
Tio        : maafkan aku ya Van?
Divan    : iya aku maafkan, makasih telah sadarin aku.
Tio        : iya…
Divan    : aww…
Tio        : kenapa Van?
Divan    : ini kepalku kompresnya terlalu kenceng
Sinta     : aduh maaf Van
Riyan    : huhk kamu mau enakny aja… hahha
Divan    : hehe
            (Tio dan Divan pun saling akrab lagi dan mereka bercanda tawa kembali bersama sama. Divan yang tadinya murung sekarang menjadi giat belajar lagi dan lebih meningkatkan prestasina dibandingkan masalah percintaa. Mereka semua bersaing dalam prestasinya)

selesai

Menceritakan Pengalaman Menggunakan Bahasa Indonesia


         Menceritakan pengalaman tentu tidah aneh bukan? Setiap bertemu teman pasti inginya bercerita, apalagi para perempuan nih pasti asik deh, kecuali orang-orang pendiam khusus nya kaya aku.tapi disini aku mau bercerita karena ini salah satu tugasku di Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Berasa beda banget jika bercerita dengan cara di suruh dan di depan kelas lagi  pastinya di nilai sama guru. Hahaha badan udah gemetar-gemetar. Tapi tenang aja, biar gak gerogi ya jangan di anggap aja dan kalau kamu orang nya suka gerogi terus, saya punya tips biar gak jadi gerogi ya tentu kita harus pede bahwa kita bisa, yakin bisa dan harus bisa, jangan mempermalukan sendiri. Kalau gerogi kan suka lupa, nah jadi yang dihapalkan bukan kata-katanya tetapi kerangka atau kejadian apa saja yang akan diceritakan. Maka buatlah kerangkanya sebelum kamu membuat ceritanya. Ok
            Nah ini ceritaku, mana cerita mu???


Karya: Nur Fatimah

Praktek Dramaku Sangat Tidak Disangka
Kerangka:
11.    Masa-masa kelas Sembilan menghadapi Ujian Sekolah
22.    Diberi tugas oleh guru Bahasa Indonesia.
33.    Pembuatan naskah drama.
44.    Latihan pertama di jam pelajaran Bahasa Indonesia.
55.    Latihan kedua sepulang sekolah di kelas.
66.    Pertengkaran ketika latihan.
77.    Kami semua baikan.
88.    Latihan ketiga yang cukup baik.
99.    Waktunya penilaian oleh 2 guru penilai.
110. Kami semua senang sekali dengan nilai drama kami.

Mengawali kelas Sembilanku di sekolah sangatlah banyak yang ku alami, seiring berjalnya cinta pertama, ujian ujian di sekolah, tugas yang begitu banyak dan hal lainya. Disekolah pada waktu pelajaran Bahasa Indonesia semua kelas Sembilan di tugaskan untuk membuat drama yang semenarik mungkin untuk ujian praktek sekolah. Kami membagi kelompok dengan rata yang berjumlahkan 8 orang. Aku menjadi ketua kelompok di kelompok drama itu. Semua sangat berantusias dengan tugas praktek drama itu karena itulah nilai terakhir di kelas Sembilan ini.
Aku bergabung dengan teman sekelompokku dan membicarakan tentang naskah drama yang akan di buat.
“hai dramanya mau tentang apa nih?, kata ku”
“aku punya drama tentang hantu humor, bagaimana kalau itu saja? Resti mengajukan usul”
“memang bagaimana ceritanya?”
Resti menjawab “ahk bokonya lucu dech…”
Jovi pun berkata “oke kalau begitu, besok jangan lupa bawa yah biar kita gampang menghapalnya.”
Keesokan harinya aku berkumpul lagi dengan teman-teman dan ternyata Resti malah tidak membawa naskah drama itu. Aku dan Jovi kecewa, tetapi anggota yang lainya santai santai saja mereka tidak bertanggung jawab terhadap naskah drama, hanya ingin langsung main peran saja tapi aku memaklumnya. Aku sangat bingung sebagai ketua kelompok di drama ini yang mana anggotanya tidak semua memikirkan tentang naskah dramanya, padahal mau gimana bisa main peran kalau naskah dramanya saja tidak ada.

Aku pun berpikir dan memintang tolong kepada keponakan, yang akhinya ku buat drama itu semenarik mungkin dan berjudulkan “Pertengkaran Diva dan Tio”. Ku beritahu kepada semua teman-temanku dan hanya seorang yang tidak begitu setuju dengan dramaku, Resti tetap ingin drama hantu humornya itu di mainkan. Aku pun bingung lagi, karena ini adalah kelompok maka ku tidak menolaknya secara langsung.
“baik, bila ingin drama hantu humor maka cepatlah buat! Ujarku sambil merasa kesal karna ku sangat cape membuat drama itu.”
Drama Resti pun selesai dan ku tanyakan kepada teman kelompokku.
“ini, kalian mau yang mana, apa drama hantu humor atau drama pertengkaran Diva dan Tio? Kata aku”
Mereka memilih dan ada yang memilih drama Resti, ada yang memilih drama ku. Kebingungan ku semakin menjadi-jadi, karena ku tidak mau ada masalah maka aku pilih saja drama Resti. Aku berperan sebagai seorang hantu di drama itu dan temanku juga, tetapi dia tidak mau bila berperan sebagai hantu. Yang tadinya mau latihan malah pulang karena tidak mau berperan sebagai hantu.
Hari selanjutnya jam pelajaran terakhir terdapat jadwal mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu guru terus menanyakan tentang jalan atau tidaknya latihan drama ini agar pada waktunya tampil itu hasinya bagus dan memuaskan.
“Aku mencari alasan apa biar gak dimarahi.” Kata hatiku
 Tapi aku berkata jujur saja, dan ibu guru bukan malah memarahi ku tetapi malah mengarahkan kepada anggota kelompokku. Napasku sangat lega dengan hal itu. Aku pun bersikap tegas agar kelompokku bersungguh-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik. Aku mengarahkan kepada teman-temanku.
“Baiklah, karena drama hantu humor tidak ada yang mau menjadi hantunya bagaimana kalau drama petengkaran Diva dan Tio saja. Apa semua setuju?” ujarku.
Mereka menjawab “ya drama itu saja…” wajah Resti terlihat tidak mau dengan dramaku.
Kami langsung latihan di kelas pada waktu jam pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi latihan itu tidak begitu lancar. Resti yang tidak mau naskah dramaku dia malah mencari-cari alasan agar drama yang ku buat itu tidak jadi di perankan. Aku bingung dengan semua hal ini, Jovi pun yang membantu aku dalam mangurus jalanya drama ini merasa kebingungan. Kekompakan di dalam drama ini belum ada. Aku berusaha semaksimal mungkin mengatur drama ini agar berjalan dengan baik. Lonceng berbunyi tanda pulang, kami selesai latihan dan bersegera untuk pulang.

Keesokan harinya sepulang sekolah kami latihan lagi di kelas. Kelompok yang lainya juga latihan di kelas. Mereka latihan dengan sungguh-sungguh, namun kelompokku tidak begitu. Kelompokku malah jajan, ngobrol dan lainya terutama Resti dia malah berteriak-teriak manja kepada teman teman yang mau pulang. Tapi ku berusaha mengkondisikanya meskipun susah untuk di atur. Aku sekelompok terus berlatih berulang ulang meskipun sudah lelah karena waktunya tinggal beberapa hari lagi dan dramanya ingin bagus. Ketika kami sudah sangat lelah dan memaksakan latihan yang keterakhirnya sebelum pulang Resti malah bercanda-canda. Jovi yang kecapean sekali berperan bertengkar, akhirnya dia marah sungguhan.
Dia membentak, “gimana ini itu latihanya tidak betul betul sekali, cape aku ini dari tadi berteriak berperan marah dan bertengkar. Sedangkan kalian tidak menghargai saya. Sudah sudah pulang saja, aku mau pulang”
Jovi pulang dengan emosi dan kami yang berada di kelas menyadari hal itu terutama Resti.
Aku berbicara pada Resti, “Res tolong hargai seseorang jangan begitu, kita itu hanya membutuhkan nilai praktek dan mohon kesungguhanya.”
Resti diam, mungkin mersa salah dan kami pulang ke rumah.
Di pagi yang cerah aku dan teman-teman berkumpul lagi membicarakan tentang drama itu dan Resti meminta maaf kepada Jovi atas sikapnya yang kemarin. Di kelas kami mempersiapkan apa yang harus di bawa dan dipakai pada drama itu. Sepulang sekolah kami latihan terakhir kalinya sebelum penilaian praktek besok dimulai. Kami latihan dengan penuh semangat. Latihan terakhir ini cukup bagus daripada yang kemarin. Setelah itu aku dan teman-teman segera pulang untuk menyiapkan peralatan yang harus di bawa.
Matahari telah bersinar kembali, aku mempersiapkan mentalku agar nanti ku berperan bagus dan dramaku berhasil memuaskan. Sesampainya di sekolah aku berkumpul dengan teman-teman dan mempersiapkan memakai pakaian sesuai dengan peranya.
“Treng, treng, treng…”
lonceng berbunyi tanda masuk kelas dan ibu guru masuk menjelaskan sebuah aturanya sedikit dan drama pertengkaran Diva dan Tio pun di panggil untuk main. Aku berdoa dalam hatiku dan ku yakin aku pasti bisa. Dramaku dimulai, meski hatiku bergetar tapi ku hiraukan dan takjubnya Jovi dan Peri berperan dengan bagus mereka terlihat seperti bertengkar sungguhan, aku yang memisahkan pun malah sedikit takut karena seperti bertengkar sungguhan. Dan tepuk tangan dari guru penilai serta teman-teman yang lain meramaikan suasana. Dua Ibu guru penilai mengomentari tentang drama ini yang hasilnya sangat bagus. Aku dan teman-teman sangat senang dan tidak menyangka Jovi dan Peri akan bermain habis-habisan demi nilai drama ini. Aku dan Resti tersenyum gembira atas semua yang telah dicapai ini.
Nur Fatimah. Diberdayakan oleh Blogger.